Rabu, 19 Agustus 2015

Mengapa terasa begitu sulit?

Mengeluh?
Seharusnya kamu tidak boleh mengeluh, karena masih banyak diluar sana yang lebih berat beban-nya dibanding punyamu. Bersyukurlah untuk setiap yang ada.

Menangis?
Boleh menangis, tidak ada yang melarang. Menangis adalah cara yang bisa dibilang cukup baik untuk menyalurkan sebagian emosi kita. Emosimu, terutama.

Kamu masih belum bisa memahami, mengapa ini semua begitu sulit. Jalan keluar yang selalu diharapkan, tidak kunjung menghampiri. Semua telah kamu lakukan; mulai dari me-review kembali, introspeksi hingga pada akhirnya, kamu menyerah.
Orang, sangat mudah berkata. Enteng. Karena mereka tidak tahu sama sekali, mereka tidak merasakan apa yang dirasakan olehmu. Dan kamu spontan marah, kesal tak berujung. Seketika itu juga, bebanmu bertambah. Kamu, yang mencari teman dengan harapan kondisimu membaik setelah ini semua namun ternyata tidak, banyaklah bersabar.
Sabar lagi?

Ya. Tidak ada lagi hal yang bisa kamu lakukan selain itu, bersabar. Satu hal perlu kamu tahu ketika kamu dalam puncak amarah, puncak kesedihan, lalu berlarut, tidak ada gunanya. Yang ada, kamu malah merasa beban dan masalah tiada berhenti mengikuti.
Bersyukur dan bersabar adalah cara yang terbaik yang bisa kamu lakukan saat ini juga. Mendoakannya, adalah hal ter-romantis yang pernah ada dalam suatu hubungan. Mendoakan yang terbaik dari jauh dan berharap Tuhan benar-benar memberikan yang terbaik untuknya, serta mohonmu dikabulkan untuk menjagainya selalu dimanapun ia berada.

Karena kamu, hanya bisa menjaga hatinya, belum sepenuh-dirinya.
Percayalah dengan-Nya, semua akan indah pada waktu yang Ia janjikan. Karena Ia, tidak pernah telat dan selalu tepat menepati janji-Nya. Kita, hanya perlu percaya dan setia.

Doamu, semoga selalu menyertainya, dimanapun ia berada dan berpegian.

Semoga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar