Mengeluh?
Seharusnya
kamu tidak boleh mengeluh, karena masih banyak diluar sana yang lebih berat
beban-nya dibanding punyamu. Bersyukurlah untuk setiap yang ada.
Menangis?
Boleh
menangis, tidak ada yang melarang. Menangis adalah cara yang bisa dibilang cukup
baik untuk menyalurkan sebagian emosi kita. Emosimu, terutama.
Kamu
masih belum bisa memahami, mengapa ini semua begitu sulit. Jalan keluar yang
selalu diharapkan, tidak kunjung menghampiri. Semua telah kamu lakukan; mulai
dari me-review kembali, introspeksi hingga pada akhirnya, kamu
menyerah.
Orang,
sangat mudah berkata. Enteng. Karena mereka tidak tahu sama sekali, mereka
tidak merasakan apa yang dirasakan olehmu. Dan kamu spontan marah, kesal tak
berujung. Seketika itu juga, bebanmu bertambah. Kamu, yang mencari teman dengan
harapan kondisimu membaik setelah ini semua namun ternyata tidak, banyaklah
bersabar.
Sabar
lagi?
Ya.
Tidak ada lagi hal yang bisa kamu lakukan selain itu, bersabar. Satu hal perlu
kamu tahu ketika kamu dalam puncak amarah, puncak kesedihan, lalu berlarut,
tidak ada gunanya. Yang ada, kamu malah merasa beban dan masalah tiada berhenti
mengikuti.
Bersyukur
dan bersabar adalah cara yang terbaik yang bisa kamu lakukan saat ini juga.
Mendoakannya, adalah hal ter-romantis yang pernah ada dalam suatu hubungan.
Mendoakan yang terbaik dari jauh dan berharap Tuhan benar-benar memberikan yang
terbaik untuknya, serta mohonmu dikabulkan untuk menjagainya selalu dimanapun
ia berada.
Karena
kamu, hanya bisa menjaga hatinya, belum sepenuh-dirinya.
Percayalah
dengan-Nya, semua akan indah pada waktu yang Ia janjikan. Karena Ia, tidak
pernah telat dan selalu tepat menepati janji-Nya. Kita, hanya perlu percaya dan
setia.
Doamu,
semoga selalu menyertainya, dimanapun ia berada dan berpegian.
Semoga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar